Postingan

sub urban Bua

Gambar
Mari membayangkan bandara Lagaligo Bua akan sebesar Bandara Sultan Hasanuddin saat ini...10 tahun kedepan, mungkin belum...15 tahun kedepan, mungkin juga belum...namum 20 tahun kedepan, impian itu mungkin terwujud. Setidaknya saat ini bandara Lagaligo Bua telah menjadi bandara terbesar ke-2 di Sulawesi Selatan setelah Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Walaupun dari tolak ukur panjang landasan pacunya saat ini 1,400 m masih kalah dari Bandara Buntu Kunik, Toraja sepanjang 2.600 m namun dari sisi kapasitas layanan jumlah penumpang 1 juta pertahun, layanan frekuensi penerbangan yang sudah setiap hari dan jumlah maskapai yang melayani yaitu Wings Air dan Citilink maka wajar bila bandara Bua menjadi terbesar ke-2 di Sulsel.   Kamis, 17/9/2020 maskapai Citilink secara resmi melayani rute Makassar-Bua dengan pesawat ATR-600 kapasitas 72 penumpang. Sebelumnya Wings Air telah melayani rute ini setiap hari, 2 maskapai ini akan melayani pagi dan sore hari. Rencana 2021 bila panjang runwa...

Kabupaten Luwu ‘menuju’ era digital 4.0

Gambar
Kabupaten Luwu ‘menuju’ era digital 4.0 Berkat pemanfaatan peta digital dalam perizinan, Luwu mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) Tahun 2020 yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2020. Pemerintah Kabupaten Luwu meraih penghargaian predikat Praktek Baik Pemanfaatan Peta Digital dalam Pelayanan Perizinan Berusaha. Dari seluruh kab/kota seluruh Indonesia hanya terpilih Kota Bandung, Kota Medan, Kota Payakumbuh dan Kab. Luwu. Penghargaan dari lembaga anti rasuah ini patut dibanggakan karena bukan berdasakan perlombaan namun atas dasar penilaian kinerja pemerintahan daerah oleh tim Stranas PK yang terdiri atas KPK, Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian ATR/BPN terhadap kinerja pemerintahan Kabupaten Luwu khususnya dalam perizinan berusaha dengan penggunaan peta digital. Peta digital merupakan produk Perda 6/2016 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) & Peraturan Zonasi (PZ) Perkotaan Belopa yang sej...

Normalisasi vs Naturalisasi

Gambar
Tahun 2019 lalu sempat terjadi polemik di ibukota Jakarta terkait kebijakan pemerintahan sebelumnya zaman Ahok dan pemerintah saat ini zaman Anies untuk mengatasi masalah banjir yaitu ‘Normalisasi’ atau “Naturalisasi”,. Normalisasi dilakukan dengan cara pengerukan sungai untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheet pile atau batu kali (dinding turap) untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul sedangkan n aturalisasi dilakukan dengan mengembalikan fungsi sungai sebagai daerah resapan air, kawasan hijau, dan mengembalikan ekosistem sebagaimana kondisi alamiahnya lagi atau memasukkan sebanyak-banyak air kedalam tanah . Sebenarnya tujuannya hampir sama hanya metode penangannya yang berbeda, mungkin karena dibawa kearah politik jadinya seolah tujuannya berbeda. Kembali ke musibah banjir bandang yang melanda kota Masamba 2 pekan yang lalu, kejadian memilukan menjadi pelajaran berharga bagi kita agar kedepan tidak terjadi lagi. Bencana ...

Belajar dari Luwu Utara

Gambar
Belajar dari Luwu Utara Seolah berlomba-lomba, bantuan kemanusian menuju ke Masamba, Luwu Utara tak bisa terbendung bahkan hambatan akses transportasi yang masih terputus pun tak menyurutkan niat masyarakat untuk segera sampai di titik-titik pengungsian korban banjir bandang tersebut. Fenomena ini seakan menunjukkan bahwa Luwu Utara tidak sendirian untuk menghadapi bencana alam ini, pesan “ Luwu Utara Bangkit” semakin memberikan dorongan semangat kepada para korban, relawan, dan pemerintah setempat dalam bekerja dalam masa tanggap darurat ini. Tak terkecuali sesama rumpun wija to’ Luwu, warga Kabupaten Luwu tak mau tinggal diam melihat penderitaan saudara-saudaranya di Masamba. Tak beberapa jam sejak kejadian, mulailah berdatangan bantuan kemanusian dari individu, ormas, komuitas pemuda, komunitas alumni, komuntas arisan ibu-ibu, grup medsos, perusahaan, dan pemda Luwu dengan langsung dipimpin oleh Bupati Luwu mendatangi korban di pengungsian. Walaupun beberapa hari yang lalu ma...