Postingan

Ke’layak’an DOB Provinsi Luwu Raya

Gambar
(disclaimer : tulisan ini hanya pendapat pribadi dengan analisis data sekunder) Beberapa hari ini diwilayah tanah Luwu ramai penyampaian aspirasi baik bentuk demo, unjuk rasa, pernyataan sikap bahkan ada dikemas dalam bentuk dialog dan seminar. Tak lain topiknya meminta agar Tanah Luwu ini dimekarkan menjadi provinsi baru sebagai pemekaran dari Sulawesi Selatan. Melalui media sosial, masyarakat baik secara pribadi, komunitas, lembaga adat, mahasiswa, anggota legislatif bahkan beberapa kepala daerah pun telah menyampaikan dukungan terhadap aspirasi ini yang kelihatannya bersifat buttom up, bukan niat dari kepentingan pragmatis dan politis dari pejabat birokrasi.  Hari Lahir Luwu (HJL) dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu pada setiap Januari sering dijadikan momentun untuk menyuarakan isu ini namun tahun ini gaungnya mungkin akan lebih besar, tujuannya agar menarik perhatian pemerintah pusat utamanya agar sampai ke mata dan telinga bapak Presiden Prabowo. Perjuangan pembentukan prov...

Konklaf Demokrasi

Gambar
Hari ini memasuki hari ke-2 pelaksanaan konklaf untuk memilih paus yang ke-267 pengganti Paus Fransiskus yang meninggal dunia pada 21 April 2025 lalu yang menandakan dimulainya masa Sede Vacante (masa dimana kursi Tahta Suci Vatikan yang kosong). Semalam lewat cerobong asap Kapel Sistina, tempat pemungutan suara dilaksanakan itu memunculkan asap berwarna hitam yang menandakan belum terpilihnya Paus. Maka pemilihan akan kembali dilaksanakan hari selanjutnya dengan masing 4 putaran setiap hari (2 kali pada pagi, dan 2 kali pada sore hari). Tata cara pemilihan lewat konklaf ini memang unik, bahkan secara histori menjadi tata cara pemilihan pemimpin negara atau organinsasi yang paling tua dan ritualnya masih tetap sama dan terus dipertahankan selama 2.000 tahun lebih sejak Yesus Kristus memilih Santo Petrus menjadi Paus yang pertama. Walaupun sejarah ritual ini telah dipengaruhi beberapa zaman seperti masa Kekaisaran Romawi, masa Kekaisaran Romawi Suci (Holy Roman Empire), masa Reinai...

Resentralisasi Otonomi Daerah

Gambar
  “Saya lihat, negara-negara tetangga kita efisien. Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, sekali milih ya sudah DPRD itu lah milih gubernur, milih bupati. Efisien, enggak keluar duit, keluar duit, keluar duit, kayak kita,” itulah kata Presiden Prabowo saat HUT Ke-60 Partai Golkar pada Kamis, 12 Desember 2024. Opsi pemilihan kepala daerah (KDH) dan wakilnya melalui DPRD kembali digaungkan oleh pemerintah menyusul banyak persoalan dalam pemilihan secara langsung oleh masyarakat. Persoalan utama seperti money politic, polarisasi dan politik identitas, tingkat partisipasi pemilih yang rendah, biaya politik yang tinggi serta akuntabilitas pengelolaan anggaran pilkada yang kurang baik. Sebagian kecil persoalan pokok itu menyebabkan tujuan menghasilkan pemimpin daerah yang berkualitas menjadi tidak tercapai. Walupun demokrasi kita telah berumur 79 tahun namun sesungguhnya masyarakat kita belum siap untuk menggunakan hak pilihnya secara langsung. Demokrasi yang modern tida...