Postingan

Sweet 7teen

Gambar
Hari ini, selain kita merayakan valentine day juga masyarakat Luwu dengan euforianya lagi merayakan ulang tahun ke-17 kota Belopa sebagai ibukota Kabupaten Luwu. Jarang memang milad sebuah kabupaten mengambil patokan hari jadi ibukotanya sebagai hari lahirnya. Umur 17 tahun yang masih sangat muda bagi sebuah kota yang masih dikategorikan sebagai kota kecil (penduduk dibawah 100.000) masih jauh untuk jadi kota metropolitan atau bahkan megapolitan. Mirip generasi Gen-Z (lahir 1997-2012) yang masih muda, kota ini lagi semangatnya untuk bertumbuh layaknya anak muda yang masih labil dan masih mencari jati dirinya yang sebenarnya. Namun melihat perkembangannya saat ini dengan usia muda tersebut telah terbangun sarana dan prasarana perkotaan yang ideal sebagai infrastruktur pendukung. Bicara Belopa tak terpisahkan dari Kabupaten Luwu secara umum yang administrasi pemerintahannya dijalankan oleh pemerintah daerah (Pemda Luwu) yang terdiri dari eksekutif dan legislatif yang saat ini dipimpi...

Hari ke-9 : me'aa/makaburu

Gambar
Hari Rabu (21/12/2022) yang menjadi hari ke-13 (sejak 8/12/2022) rangkaian upacara rambu  solo nek Kombongdatu dan Yuli Samban yang berlokasi di rante Sesean Ula, Lembang Buntu Batu Kec. Tikala, Torut dan menjadi acara akhir yaitu pemakaman/makaburu. Setelah 3 hari istrahat (allo katorroan) yang diisi dengan pertemuan atau duduk bersama rumpun keluarga untuk mempersiapkan acara makaburu. Acara pagi hari diawali dengan pemotongan 1 ekor kerbau jenis Sambao yang merupakan kerbau terakhir dari total 73 ekor kerbau yang dipotong dimana dagingnya akan dimasak ditengah halaman acara untuk dijadikan konsumsi khusus untuk acara pemakaman ini. Selanjutnya seluruh keluarga dekat mendiang harus berkumpul dalam lantang karampuan. Peti jenasah akan diturunkan dari lakkian untuk ditempatkan ditengah pelataran saat Ibadah penguburan. Sebelum diturunkan dari lakkian para keluarga melakukan sesi foto bersama diatas tangga lakkian yang  diurutkan mulai dari anak (berbaju hitam), cucu (biru), ci...

Hari ke-7 & 8 : mantunu

Gambar
Prosesi yang dianggap paling sakral dan klimaks dalam upacara Rambu Solo yaitu mantunu, dimana kerbau dan hewan pelengkap (babi, sapi, kuda, rusa, dan ayam) dikorbankan selama 2 hari sebelum prosesi penguburan (makaburu). Ritual ini dianggap paling sakral karena menurut kepercayaan adat Toraja yang dulu berasal dari Aluk Todolo, darah dari kerbau dan hewan pelengkap itu yang akan menjadi bekal arwah mendiang untuk menuju kehidupan baru di Puya (Surga) dan setelah berada di Puya, mendiang itu dapat memberkati anak cucunya yang masih hidup dibumi. Namun seiring dengan kepercayaan agama (Kristen dan Islam) yang telah dianut masyarakat Toraja, tujuan persembahan kerbau itu bertujuan untuk dikomsumsi dalam acara dan dibagi-bagikan kepada semua warga dan keluarga. Ritual mantunu ini secara finansial/anggaran merupakan alokasi terbesar sekitar 80-85% dari besaran biaya keseluruhan rangkaian rambu solo. Pagi hari semua kerbau dari berbagai jenis dan hewan pelengkap yang merupakan persembahan d...